Oleh : Afrizal El Adzim Syahputra
"Muhammad adalah manusia, akan tetapi ia tidaklah seperti manusia biasa, ia seperti yakut di tengah-tengah bebatuan” itulah ungkapan orang islam yang dituangkan dalam bait syair tentang keistimewaan beliau diantara manusia-manusia yang lain. Ungkapan ini ternyata juga dituliskan dalam situs majalah The Pen, yaitu majalah islam berbahasa inggris yang beredar 4 kali dalam setahun. Salah satu artikel dalam situs itu adalah tentang seorang manusia sempurna bernama Muhammad.Dalam artikel itu dituliskan :
Prophet Muhammad (PBUH) is a human, but not like others. Whatever the quality of ruby is in comparison to other jewels, the Prophet (PBUH) is like that among other people.
Imam al-Bushiri dalam Burdahnya memberikan berbagai pujian kepada Nabi Muhammad SAW. la menggambarkan betapa Nabi diutus ke dunia untuk menjadi lampu yang menerangi dua alam : manusia dan Jin, pemimpin dua kaum : Arab dan bukan Arab. Beliau bagaikan permata yang tak ternilai, pribadi yang tertgosok oleh pengalaman kerohanian yang tinggi. Al-Bushiri melukiskan tentang sosok Nabi Muhammad seperti dalam bait di bawah ini :
محمد سيد الكونين والثقليــــن والفريقين من عُرْب ومنْ عجــمِ
Muhammadlah pemimpin dunia akherat.
Pemimpin jin dan manusia, bangsa Arab dan non Arab.
Muhammadlah pemimpin dunia akherat.
Pemimpin jin dan manusia, bangsa Arab dan non Arab.
Tidak hanya orang islam saja yang memberikan acungan jempol terhadap Muhammad, akan tetapi beberapa orang non islam memberikan respon yang positif atas perjuangan beliau selama bertahun tahun, salah satunya adalah Michael H. Hart, seorang tokoh terkenal yang menulis buku 100 Orang Paling Berpengaruh dalam Sejarah. Menurut Hart, kebanyakan orang orang besar yang ada dalam bukunya menjadi besar karena kebetulan lahir di negara negara maju yang jadi pusat peradaban dunia. Misalnya Napoleon Bonaparte yang memimpin Prancis untuk menguasai Eropa itu disebabkan karena negara kelahirannya adalah negara Eropa yang besar dan kuat. Namun pada akhirnya Napoleon gagal dan meninggal di pengangsingan.
Sebaliknya, Nabi Muhammad lahir di sebuah kawasan yang terbelakang. Mekah pada saat itu jauh dari pusat perdagangan, seni dan pengetahuan. Saat itu yang menjadi negara besar adalah Romawi dan Persia. Akan tetapi Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal spiritual maupun kemasyarakatan. Hart mencatat bahwa Muhammad mampu mengelola bangsa yang awalnya egoistis, barbar terbelakang dan terpecah belah oleh sentimen kesukuan, menjadi bangsa yang maju dalam bidang ekonomi, kebudayaan dan kemiliteran dan bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi yang saat itu merupakan kekuatan militer terdepan di dunia
Begitu juga Mahatma Gandhi, seorang tokoh kemerdekaan India dari Inggris dengan gerakan anti kekerasan yang mengatakan bahwa bukan pedang yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini menyingkirkan segala halangan. Dia bersedih ketika menutup halaman terakhir volume 2 (buku biografi Muhammad) karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung
Thomas Carlyle, seorang penulis sekaligus sejarawan asal Skotlandia, dalam bukunya yang berjudul His Heroes and Heroworship : “Betapa
menakjubkan seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang
saling berperang dan kaum nomaden (Badui) menjadi sebuah bangsa yang
paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua
dekade. Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan
kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri.
Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus
dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah
perintah Sang Pencipta Dunia. Diantara aib terbesar yang ada hari ini
ialah bahwa masih ada saja orang yang mengatakan bahwa Islam adalah
bohong dan Muhammad adalah penipu. Saudaraku, apakah kalian pernah
menyaksikan, dalam sejarah, seorang pendusta yang mampu menyampaikan
sebuah agama yang sedemikian kokoh dan menyebarkannya ke seluruh dunia?
Saya yakin bahwa manusia harus bergerak sesuai dengan UU dan logika.
Jika tidak maka ia tidak akan mungkin mencapai tujuannya. Mustahil bahwa
manusia besar ini adalah seorang pembohong. Karena pada kenyataannya,
kebenaran dan kejujuran adalah dasar semua kerjanya dan pondasi semua
sifat utamanya.
Bahkan Sebelum Nabi Adam diciptakan, Nur Muhamamd sudah diciptakan terlebih dahulu. Syaikh Ahmad Zaini Dahlan mengisahkannya dalam kitab As-Sirah An-Nabawiyah, “Bahwa sesungguhnya, setelah menciptakan Adam, Allah mengilhami Adam untuk bertanya kepada-Nya: Ya Allah, kenapa Engkau memanggilku dengan ‘Abu Muhammad?”
Maka Allah berfirman: Wahai Adam, angkatlah kepalamu.
Adam pun mengangkat kepalanya. Seketika itu Adam melihat Nur Muhammada meliputi sekitar ‘Arsy. Kemudian Adam bertanya: Ya Allah, cahaya siapa ini”
Allah berfirman: ini adalah cahaya seorang nabi dari keturunanmu, di langit namanya Ahmad, di bumi namanya Muhammad. Kalau bukan karenanya, niscaya Aku tak akan menciptakanmu, langit, dan bumi,”
Peristiwa Fathul Makkah ( Penaklukan Kota Mekah ) merupakan bukti keberhasilan Nabi Muhammad saw untuk menguasai kota Mekah tanpa ada pertumpahan darah yang terjadi. Padahal pada saat itu tentara beliau kurang lebih sekitar 12.000 prajurit yang mengepung kota mekah dan tidak mustahil mereka bisa menghancurkan kota itu. Akan tetapi sesuai dengan komando Nabi, pertumpahan darah dapat dihindari, sehingga kota mekah takluk di bawah kekuasaan islam dengan damai. Ini membuktikan bahwa kebesaran islam tidak diberikan oleh pedang sebagaimana pendapat orang yang menghina islam. Islam yang dibawa Nabi mengajarkan kedamaian dalam hidup bermasyarakat. Adapun peperangan yang dilakukan Nabi seperti perang Badar, Uhud, Khandaq adalah bertujuan untuk membela diri dari serangan orang orang kafir.
Ketika Nabi Muhammad menyiarkan dakwahnya di Mekah, banyak caci maki yang dilontarkan kepada beliau. Ada yang mengatakan bahwa beliau itu adalah orang gila, sinting, aneh dan lain sebagainya, bahkan beliau mendapat siksaan pedih dari orang orang Kafir yang tidak suka dengan agama baru. Mereka ingin Nabi tidak hadir dalam kehidupan mereka dengan cara apapun, sampai ada yang ingin membunuhnya. Akan tetapi Nabi tidak memiliki rasa dendam kepada orang orang yang telah menyakitinya sehingga pada peristiwa penaklukan kota Mekah, tidak ada satupun korban dari penduduk Mekah. Perbuatan caci maki dan siksaan yang meresahkan hati dibalas Nabi dengan cinta dan kasih sayang yang hakiki.

1 komentar so far
allahumma sholli ala Muhammad
EmoticonEmoticon