![]() |
| Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas Sumber: ansornews.com |
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan dalam agama Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk melaksanakan salat Jumat di jalanan. Sehingga, sambung dia, pihaknya menyakini hal itu sudah tidak sesuai dengan tuntunan agama.
“Ansor tetap melarang kadernya untuk ikut aksi gelar sajadah itu. Karena tidak ada tuntunan dalam agama kami, solat Jumat dilakukan di jalan raya. Kami menyakini dan ketahui salat Jumat harus di tempat yang disepakati selain masjid,” kata Gus Yaqut di kantor PWNU Jabar, Jalan Galunggung, Senin (21/11/2016).
Menurutnya seharusnya tidak perlu ada aksi lanjutan setelah 4 September lalu. Sebab, proses hukum terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus berlanjut pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama.
“Seharusnya percayakan saja kepada aparat penegak hukum terkait kasus Ahok ini. Kita tinggal mengawal dengan cara-cara yang baik, tidak usah turun lagi ke jalan,” ujarnya.
Yaqut menilai penistaan agama itu tidak hanya seperti yang dilakukan oleh Ahok saja. Akan tetapi, melakukan sesuatu hal yang merugikan banyak orang dengan mengatasnamakan agama juga termasuk penistaan. Salah satunya yang dilakukan oleh kelompok radikal ISIS.
“Melakukan sesuatu atas nama agama tapi tidak sesuai tuntunan itu penistaan juga. Seperti ISIS yang melakukan perusakan, membunuh orang mengatasnamakan agama,” tutur Yaqut.
Sumber: ansornews.com

EmoticonEmoticon