Minggu, 27 November 2022

Doa KH Abdul Karim atau Gus Karim Ketika Gempa Bumi

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat datang para pembaca budiman. Saat ini admin membahas Doa KH Abdul Karim atau Gus Karim Ketika Gempa Bumi.

Ilustrasi foto gempa


Sebelumnya kami admin pac gp ansor Trenggalek mengucapkan duka mendalam untuk korban gempa hari senin 21, november 2022 pukul 12.15 di Kabupaten Cianjur berkuatan 5.6 SR, berdampak di wilayah kab. bogor, sehingga Mengakibatkan beberapa rumah di wilayah cisarua mengalami kerusakan.Gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur dapat di Rasakan Sejumlah Daerah Sekitar Bandung,Jakarta Bekasi.Warga yang merasakan gempa di daerah sekitar Memaparkan Gempa yang Terjadi Tidak Mengalami Tanda tanda Melainkan Secara tiba tiba.


Sebagaimana juga diberitakan di berbagai media online, telah terjadi gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Sukabumi dengan kekuatan 4,5 skala richter pada hari Jumat 15 Desember 2017, pukul 23:04:39 WIB.   


Guncangannya cukup kuat yang tidak haya dirasakan di wilayah Jawa Barat, tetapi juga hingga Jawa Tengah khususnya Solo dan sekitarnya. Sebagaimana biasa setiap terjadi guncangan akibat gempa bumi, banyak orang merasa takut atau setidaknya merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan.    


Tanggap akan siatuasi yang terjadi, KH Abdul Karim atau Gus Karim, pengasuh Pondok Pesantren  Al-Qur’an Azzayadi Solo mengunggah sebuah doa beberapa saat setelah terjadi gempa bumi di Sukabumi tersebut. Doa itu diberinya judul “Doa Ketika Gempa Bumi” yang dikirim via grup Whatsapp “Saya NU”.   

Selengkapnya doa itu sebagai berikut:   اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ   Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi   


Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”   


Dengan unggahan doa itu, tentu saja KH Abdul Karim tidak saja bermaksud menganjurkan kepada masyarakat untuk membaca doa itu pada saat itu juga, tetapi juga untuk dibaca sewaktu-waktu ketika terjadi bencana gempa bumi atau lainnya yang membahayakan keselamatan jiwa.     

 Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakar


Sumber: nu.or.id


EmoticonEmoticon